Diberondong di Sungai: Kejadian yang Membuat Mbah Man Dijuluki “Kebal Peluru”


Penulis: Yusuf Em. Seperti yang diceritakan Mbah MAN pada saat itu

Dalam perjalanan panjangnya bersama Pasukan Hizbullah, Mbah Man pernah mengalami kejadian yang nyaris merenggut nyawanya—namun justru menjadikannya legenda di antara rekan-rekan seperjuangan.

Hari itu, setelah menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki melalui hutan, semak, dan kebun, pasukan Hizbullah berhenti untuk beristirahat. Mbah Man, merasa tubuhnya letih dan lengket oleh keringat, memutuskan untuk berpisah sejenak dari rombongan dan turun ke sungai yang jernih untuk menyegarkan diri.

Ia meletakkan bajunya di atas tongkat kayu di tepi sungai, lalu perlahan turun ke air, membiarkan arus mengalir di tubuhnya yang lelah. Saat itulah, tanpa disadari, pasukan Belanda melihatnya dari kejauhan. Mereka langsung memberondong tembakan ke arah tepi sungai, tepat ke arah tempat baju Mbah Man tergantung. Dentuman peluru menggema, dan baju yang tergantung itu berlubang di banyak tempat, tercabik oleh tembakan.

Mbah Man refleks bersembunyi di balik semak-semak air, menahan napas di antara daun dan lumpur untuk menghindari penglihatan musuh. Ia tetap diam, menunggu hingga suara langkah dan tembakan benar-benar menghilang. Beberapa menit terasa seperti seumur hidup.

Setelah dirasa aman, ia pelan-pelan naik dari sungai. Baju yang tadi ditembak kini penuh lubang dan robek di sana-sini, tapi tubuh Mbah Man tetap utuh, tak terkena satu peluru pun. Dengan tenang, ia mengenakan bajunya yang compang-camping dan kembali menyusul rombongan Hizbullah.

Begitu tiba, teman-temannya melongo melihat kondisi bajunya. “Wah, Mbah Man kebal peluru!” canda mereka. “Lihat bajunya bolong-bolong, tapi orangnya segar bugar!

Mbah Man hanya tersenyum. Ia tidak bercerita apa yang sebenarnya terjadi. Bagi Mbah Man, perjuangan bukan soal pamer keberanian, tapi tentang tanggung jawab diam-diam demi kemerdekaan.



Comments

Popular posts from this blog

Pejuang Tanpa Alas Kaki: Kisah Mbah Man dari Pasukan Hizbullah

Menyeberangi Sungai Berantas: Strategi Sunyi Pasukan Hizbullah